Melatih anak tidak manja

Anak tumbuh berkembang tentunya karena kasih sayang kedua orangtuanya.Aakan tetapi dalam perkembangannya perlu didikan yang baik agar anak tumbuh dengan jiwa yang baik dan mandiri, tidak selalu bergantung,cengeng, dan manja.

Anak manja biasanya karena perlakuan orang tuanya yang terlalu berlebihan dalam menuruti semua permintaanya tanpa melihat apakah anak itu memang benar-benar membutuhkan apa yang dimintanya.Apalagi jika dibiasakan anak merengek,menangis ketika akan meminta sesuatu.Hal ini menyebabkan anak akan mengulangi kelakuannya tiap minta sesuatu menggunakan senjata menangis. Sebenarnya jika memang keinginan anak misalnya minta dibelikan jajanan yang mengandung bahan pengawet, orangtua bisa dengan telaten memberikan nasehat pada anaknya bahwa makanan itu tidak baik untuk masa pertumbuhan dan perkembangannya. Khususnya ibu akan memberikan alternatif makanan yang lebih sehat untuk anaknya, membuatkan masakan yang rasanya sama dengan makanan dengan pengawet yang diinginkan anaknya.Sifat manja anak juga terjadi dalam hal keinginan untuk selalu dekat dengan orang tua.

Begitu pula dengan pola pikir anak juga harus diarahkan dengan benar.Ketika anak mulai bergaul dengan teman-teman sebayanya,dan selalu menceritakan kekurangan teman,mengadukan bahwa si Titi tadi nakal, dengan bijak seorang ibu hendaknya tidak “mengompori” aduan anaknya tetapi cukup dengarkan saja cerita anak, dan menanyakan kenapa titi nakal sama adek?apakah adek membuat kesalahan sama titi?Kalau iya cepat-cepat ya adek minta maaf, tapi kalau memang Titi yang nakal adek jangan takut adek tetap aja tersenyum dan bilang ke Titi:Ti, memangnya adek salah apa sama Titi?kok Titi cemberutin Adek?Nanti pasti Titi akan ngomong ada apa sebenarnya diantara kalian.Jadi kalau teman nakal sama kita, kita jangan balas tapi tetap rukun pasti teman itu akan malu sendiri.

Sejak anak usia 2 tahun ketika anak sudah bisa beraktivitas bermain,makan sendiri tapi tetap dengan pengawasan orangtua,latihlah anak mandiri dengan cara setelah makan cuci piringnya sendiri, membenahi tempat tidurnya sendiri,rajin belajar berhitung,menulis,menyanyi, menyusun puzzle,dll. Biarkan anak berkreativitas sendiri tanpa selalu diberikan contoh setiap saat. Ini membuat anak mampu bereksplorasi dengan kre

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s