Memberi Kasih sayang Dan ikatan emosional untuk anak

Anak sangat membutuhkan kasih sayang penuh dari orangtuanya.Setiap orangtua pasti menginginkan anak-anak mereka tumbuh menjadi anak yang baik atau mengerti kesulitan orang lain. Untuk memiliki anak dengan sifat tersebut, ternyata membutuhkan waktu dan pendidikan dari orang tua.Kasih sayang itu adalah rasa peduli terhadap sesama. Langkah-langkah awal yang harus ditanamkan orangtua untuk menanamkan dan membangun munculnya rasa sayang terhadap sesama, menurut Wijaryanto, adalah dimulai dengan memberikan kasih sayang yang cukup pada anak.

Membuat anak merasa disayangi merupakan salah satu cara terbaik bagi orangtua dalam membangun munculnya rasa menyayangi orang lain.

“Anak yang disayang orangtuanya cenderung akan menyayangi anak lain. Sebaliknya, anak yang ditolak akan bersikap agresif, kurang mempunyai rasa sayang,” terang dia.

Selanjutnya,anak akan merasa dicintai jika melihat orangtua, guru, atau pendidik lainnya merasa senang atas kehadirannya. Misalnya ketika dia masuk dalam ruangan disambut dengan senyum.

“Bahkan, anak akan merasa dicintai kalau kita peka terhadap kebutuhannya. Seorang anak akan tahu bahwa dia dicintai jika kesuksesannya membuat kita bersuka dan kegagalannya membuat kita berduka,” tuturnya.

Rasa sayang yang berlimpah dari orangtua secara otomatis membuat anak memahami soal rasa itu. Si kecil juga merasakan bagaimana nyamannya disayangi dan menyayangi. Juahi sikap kekerasan dalam keluarga, karena ini juga berdampak terhadap sikap anak nantinya.

Kekerasan yang sering dilihatnya akan memengaruhinya dan mencontoh perbuatan tersebut. Alhasil anak pun susah menyayangi sesama.(Koran SI/Koran SI/nsa)sumber:okezone.com
komunikasi yang efektif merupakan salah satu cara terbaik.Setiap orangtua pasti ingin memiliki ikatan emosional yang kuat dengan anaknya. Komunikasi yang dilakukan bisa dengan mengajaknya berbicara dalam suasana menyenangkan sehingga akan memacu si kecil untuk mengembangkan kemampuan komunikasi verbalnya. Saat anak mulai berinteraksi dengan teman sebayanya, maka waktu yang dihabiskan bersama keluarga menjadi lebih sedikit sehingga ikatan emosi dengan orangtua berkurang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s